Jumat, 21 Januari 2011
Kubah Kiamat di Kutub Utara
Misteri Crop Circle
Misteri Crop Circle
Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai.Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertamakali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.
Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar/luas ), bahkan ada juga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,bunga matahari,Lebah,dll.diladang pertanian khususunya gandum. Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang, banyak ditemukan fenomena crop circle. Fenomena ini biasanya muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman.. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisa juga berbentuk rangkaian gambar yang unik, yang menunjukkan bahwa pembuatnya adalam makhluk yang cerdas. Tapi, crop circle ini bukan dibuat oleh manusia berdasarkan berbagai bukti yang telah diselidiki oleh para ilmuwan. Lantas mahkluk apa seperti yang kurang kerjaan membuat semua ini???Crop circle banyak dijumpai di Inggris selatan.
Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geomtri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver’s castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan “Mowing Devil” menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian.
Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan,dimana mereka bermunculan silih berganti.Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti,bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu.dalam kurun semalam saja,sekitar 6-7 crop circle dengan ukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka.Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri,ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya.Sampai saat ini,banyak spekulasi dan pandangan mengenai peroses terbentuknya Crop Circle.Ada yang beranggapan fenomena tersebut memang dibuat oleh manusia,tapi ada pula yang beranggapan murni dari proses gejala alam. Avebury Trusloe, nr Beckhampton, Wiltshire. Reported 30th June 2006 spekulasi-spekulasi dan asumsi orang tentang crop circle Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut, saat ini terdapat 5 versi utama. Berikut penjelasannya…
- Perbuatan manusia
- Medan magnet
- Angin Tornado
- Buatan makhluk luar angkasa Atau yang paling dikenal Aliens..
- Heterodoxy (pandangan sumbang)
Misteri Antartika
Misteri Antartika
Di tahun 1532, Oronteus Finaeus menggambar sebuah peta dunia. Bukan masalah kalau yang digambarnya sekedar peta sekitar Benua Eropa, Afrika, Asia, dan sebagian Amerika, tapi yang menjadi luar biasa adalah bahwa Oronteus Finaeus menggambarkan Benua ke enam – yaitu Antarktika (Kutub Selatan)…! Padahal belum ada orang yang pernah berlayar sampai ke Antarktika…!
Dan yang lebih mencengangkan lagi, garis pantai pada peta Antarktika yang dihasilkan oleh Finaeus – ternyata sama persis seperti peta Antarktika modern saat ini…! Tentu saja hal ini menjadi luar biasa, karena benua Antarktika ditutupi es abadi yang tebalnya mencapai 2 Kilometer…
Dari mana Finaeus mengetahui semua itu…??? Itulah misteri yang belum terpecahkan hingga hari ini.
Saya pun akhirnya tertarik untuk sedikit mengupasnya…..
Siapa Oronteus Finaeus ?
Oronce Finé, Orotius Finaeus, Oronteus Finaeus (1494-1555)
Oronce Fine itulah sebutan marganya, dilahirkan di Briançon tahun 1494 dan besar di Paris. Dia sempat meringkuk dalam penjara tahun 1518. Walaupun ia sendiri adalah seorang ahli matematika, namun di tahun 1522 masih mendapat gelar medis dari universitas Navarre di Paris.
Tahun 1524, ia masuk sekali lagi dalam penjara dan di tahun yang sama ia membuat sebuah jam matahari dari bahan sisa gading. Pada abad ke-16, banyak orang menyukai karya-karya para ahli matematika. Akhirnya Oronteus Fine diangkat menjadi ahli perbentengan dan dipekerjakan di pertahanan Benteng Milan-Italia.
Tahun 1531, ia mendapat gelar kehormatan di Collège Royal Paris. Pada saat itu pula karirnya menanjak dengan menulis banyak karya ilmiah. Karya-karya itu yang sempat dipublikasikan a.l:
- Risalah ilmu perbintangan dan alat-alat falak. Pada tahun 1520, dialah yang mengusulkan bahwa gerhana bulan dapat digunakan untuk menentukan garis bujur sebuah tempat.
- Tahun 1519 Menemukan proyeksi peta dan kemudian memproduksi peta dunia yang sekarang ini kita pakai.
- Di tahun 1544, menghitung nilai dari pi (22:7) = ( 22 2/9)/7, kemudian diperbaiki menjadi 47/15. Ia percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.
Gambar 1 – Peta Oronteus Finaeus tahun1532 di belahan bumi selatan Gambar 2 – Oronteus Finaeus menggambar kembali proyeksi modern peta kutub itu
Gambar 3 – Peta modern Antarctica
Peta ini ditemukan di Perpusatakaan Congress, Washington DC di tahun 1960 oleh Charles Hapgood. Bertuliskan “ digambar oleh Oronteus Finaeus tahun 1531”. Hampir sama persis dengan pemetaan Piri Reis, Antarctica ditunjukkan dengan es yang bebas mengalir seperti sungai, pola pengeringan dan coastline.
Peta Oronteus Finaeus lebih akurat dibanding peta yang lain pada waktu itu. Sesungguhnya, lebih akurat dibanding peta manapun yang dibuat sampai ke tahun 1800.
Angka 666 dan Simbol Satanisme (Part2)
Angka 666 dan Simbol Satanisme (Part2)
Satanic telah menyusup kedalam berbagai aspek yang berkenaan dengan kehidupan manusia di dunia ini.Sebenarnya banyak hal yang telah dijadikan sebagai ajang konspirasi para penganut satanic,baik yang secara terang-terangan maupun yang tersembunyi.Berikut ini adalah contoh-contoh nyata yang telah ada
satanic bible
Asal mula GS didirikan oleh Anton Szandor La Vey tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San Francisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The Satanic Bible tahun 1969.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.
Anton LaVey
LAMBANG
Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang 666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer, sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis, yang di tengah Lucifer, di kiri antiKristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual
PENGGUNAAN BARCODE
Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia.
Tiga Tahapan
Menurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: tahap pertama dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.
Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi.
Angka Iblis
Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.
Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)
Stewart meringkas bahaya dari Konspirasi dalam hal Barcode: “Penerapan teknologi Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu, dan akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan… “
Musik dan Film Satanisme
Satanisme muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces). Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film. Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah mempopulerkan satanisme.
berikut adalah kabar burung tentang contoh musik yang berisi satanisme , contoh :
- Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”.
- Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.
- Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
- Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
- Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
- Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.
- Marilyin Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.
- Band-band Black Metal yang secara terang-terangan menggunakan lirik & ritual pemujaan terhadap setan
Angka 666 dan Simbol Satanisme (Part1)
Angka 666 dan Simbol Satanisme (Part1)
Number of The Beast
Ankh
Pentagram
Hexagram
Tanduk Unicorn
Scarab
Eye of Horus
Isis's crescent moon
Men in Black
Men in Black
Ramalan Jayabaya
Ramalan Jayabaya
Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa. Maharaja Jayabaya adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.
- Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran — Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
- Tanah Jawa kalungan wesi — Pulau Jawa berkalung besi.
- Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang — Perahu berlayar di ruang angkasa.
- Kali ilang kedhunge — Sungai kehilangan lubuk.
- Pasar ilang kumandhang — Pasar kehilangan suara.
- Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak — Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
- Bumi saya suwe saya mengkeret — Bumi semakin lama semakin mengerut.
- Sekilan bumi dipajeki — Sejengkal tanah dikenai pajak.
- Jaran doyan mangan sambel — Kuda suka makan sambal.
- Wong wadon nganggo pakeyan lanang — Orang perempuan berpakaian lelaki.
- Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman— Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
- Akeh janji ora ditetepi — Banyak janji tidak ditepati.
- Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe— Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
- Manungsa padha seneng nyalah— Orang-orang saling lempar kesalahan.
- Ora ngendahake hukum Allah— Tak peduli akan hukum Allah.
- Barang jahat diangkat-angkat— Yang jahat dijunjung-junjung.
- Barang suci dibenci— Yang suci (justru) dibenci.
- Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit— Banyak orang hanya mementingkan uang.
- Lali kamanungsan— Lupa jati kemanusiaan.
- Lali kabecikan— Lupa hikmah kebaikan.
- Lali sanak lali kadang— Lupa sanak lupa saudara.
- Akeh bapa lali anak— Banyak ayah lupa anak.
- Akeh anak wani nglawan ibu— Banyak anak berani melawan ibu.
- Nantang bapa— Menantang ayah.
- Sedulur padha cidra— Saudara dan saudara saling khianat.
- Kulawarga padha curiga— Keluarga saling curiga.
- Kanca dadi mungsuh — Kawan menjadi lawan.
- Akeh manungsa lali asale — Banyak orang lupa asal-usul.
- Ukuman Ratu ora adil — Hukuman Raja tidak adil
- Akeh pangkat sing jahat lan ganjil— Banyak pejabat jahat dan ganjil
- Akeh kelakuan sing ganjil — Banyak ulah-tabiat ganjil
- Wong apik-apik padha kapencil — Orang yang baik justru tersisih.
- Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin — Banyak orang kerja halal justru malu.
- Luwih utama ngapusi — Lebih mengutamakan menipu.
- Wegah nyambut gawe — Malas menunaikan kerja.
- Kepingin urip mewah — Inginnya hidup mewah.
- Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka — Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
- Wong bener thenger-thenger — Si benar termangu-mangu.
- Wong salah bungah — Si salah gembira ria.
- Wong apik ditampik-tampik— Si baik ditolak ditampik.
- Wong jahat munggah pangkat— Si jahat naik pangkat.
- Wong agung kasinggung— Yang mulia dilecehkan
- Wong ala kapuja— Yang jahat dipuji-puji.
- Wong wadon ilang kawirangane— perempuan hilang malu.
- Wong lanang ilang kaprawirane— Laki-laki hilang perwira/kejantanan
- Akeh wong lanang ora duwe bojo— Banyak laki-laki tak mau beristri.
- Akeh wong wadon ora setya marang bojone— Banyak perempuan ingkar pada suami.
- Akeh ibu padha ngedol anake— Banyak ibu menjual anak.
- Akeh wong wadon ngedol awake— Banyak perempuan menjual diri.
- Akeh wong ijol bebojo— Banyak orang tukar pasangan.
- Wong wadon nunggang jaran— Perempuan menunggang kuda.
- Wong lanang linggih plangki— Laki-laki naik tandu.
- Randha seuang loro— Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
- Prawan seaga lima— Lima perawan lima picis.
- Dhudha pincang laku sembilan uang— Duda pincang laku sembilan uang.
- Akeh wong ngedol ngelmu— Banyak orang berdagang ilmu.
- Akeh wong ngaku-aku— Banyak orang mengaku diri.
- Njabane putih njerone dhadhu— Di luar putih di dalam jingga.
- Ngakune suci, nanging sucine palsu— Mengaku suci, tapi palsu belaka.
- Akeh bujuk akeh lojo— Banyak tipu banyak muslihat.
- Akeh udan salah mangsa— Banyak hujan salah musim.
- Akeh prawan tuwa— Banyak perawan tua.
- Akeh randha nglairake anak— Banyak janda melahirkan bayi.
- Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne— Banyak anak lahir mencari bapaknya.
- Agama akeh sing nantang— Agama banyak ditentang.
- Prikamanungsan saya ilang— Perikemanusiaan semakin hilang.
- Omah suci dibenci— Rumah suci dijauhi.
- Omah ala saya dipuja— Rumah maksiat makin dipuja.
- Wong wadon lacur ing ngendi-endi— Di mana-mana perempuan lacur
- Akeh laknat— Banyak kutukan
- Akeh pengkianat— Banyak pengkhianat.
- Anak mangan bapak—Anak makan bapak.
- Sedulur mangan sedulur—Saudara makan saudara.
- Kanca dadi mungsuh—Kawan menjadi lawan.
- Guru disatru—Guru dimusuhi.
- Tangga padha curiga—Tetangga saling curiga.
- Kana-kene saya angkara murka — Angkara murka semakin menjadi-jadi.
- Sing weruh kebubuhan—Barangsiapa tahu terkena beban.
- Sing ora weruh ketutuh—Sedang yang tak tahu disalahkan.
- Besuk yen ana peperangan—Kelak jika terjadi perang.
- Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor—Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
- Akeh wong becik saya sengsara— Banyak orang baik makin sengsara.
- Wong jahat saya seneng— Sedang yang jahat makin bahagia.
- Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul— Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
- Wong salah dianggep bener—Orang salah dipandang benar.
- Pengkhianat nikmat—Pengkhianat nikmat.
- Durjana saya sempurna— Durjana semakin sempurna.
- Wong jahat munggah pangkat— Orang jahat naik pangkat.
- Wong lugu kebelenggu— Orang yang lugu dibelenggu.
- Wong mulya dikunjara— Orang yang mulia dipenjara.
- Sing curang garang— Yang curang berkuasa.
- Sing jujur kojur— Yang jujur sengsara.
- Pedagang akeh sing keplarang— Pedagang banyak yang tenggelam.
- Wong main akeh sing ndadi—Penjudi banyak merajalela.
- Akeh barang haram—Banyak barang haram.
- Akeh anak haram—Banyak anak haram.
- Wong wadon nglamar wong lanang—Perempuan melamar laki-laki.
- Wong lanang ngasorake drajate dhewe—Laki-laki memperhina derajat sendiri.
- Akeh barang-barang mlebu luang—Banyak barang terbuang-buang.
- Akeh wong kaliren lan wuda—Banyak orang lapar dan telanjang.
- Wong tuku ngglenik sing dodol—Pembeli membujuk penjual.
- Sing dodol akal okol—Si penjual bermain siasat.
- Wong golek pangan kaya gabah diinteri—Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
- Sing kebat kliwat—Siapa tangkas lepas.
- Sing telah sambat—Siapa terlanjur menggerutu.
- Sing gedhe kesasar—Si besar tersasar.
- Sing cilik kepleset—Si kecil terpeleset.
- Sing anggak ketunggak—Si congkak terbentur.
- Sing wedi mati—Si takut mati.
- Sing nekat mbrekat—Si nekat mendapat berkat.
- Sing jerih ketindhih—Si hati kecil tertindih
- Sing ngawur makmur—Yang ngawur makmur
- Sing ngati-ati ngrintih—Yang berhati-hati merintih.
- Sing ngedan keduman—Yang main gila menerima bagian.
- Sing waras nggagas—Yang sehat pikiran berpikir.
- Wong tani ditaleni—Si tani diikat.
- Wong dora ura-ura—Si bohong menyanyi-nyanyi
- Ratu ora netepi janji, musna panguwasane—Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
- Bupati dadi rakyat—Pegawai tinggi menjadi rakyat.
- Wong cilik dadi priyayi—Rakyat kecil jadi priyayi.
- Sing mendele dadi gedhe—Yang curang jadi besar.
- Sing jujur kojur—Yang jujur celaka.
- Akeh omah ing ndhuwur jaran—Banyak rumah di punggung kuda.
- Wong mangan wong—Orang makan sesamanya.
- Anak lali bapak—Anak lupa bapa.
- Wong tuwa lali tuwane—Orang tua lupa ketuaan mereka.
- Pedagang adol barang saya laris—Jualan pedagang semakin laris.
- Bandhane saya ludhes—Namun harta mereka makin habis.
- Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan—Banyak orang mati lapar di samping makanan.
- Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara—Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
- Sing edan bisa dandan—Yang gila bisa bersolek.
- Sing bengkong bisa nggalang gedhong—Si bengkok membangun mahligai.
- Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil—Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
- Ana peperangan ing njero—Terjadi perang di dalam.
- Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham—Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
- Durjana saya ngambra-ambra—Kejahatan makin merajalela.
- Penjahat saya tambah—Penjahat makin banyak.
- Wong apik saya sengsara—Yang baik makin sengsara.
- Akeh wong mati jalaran saka peperangan—Banyak orang mati karena perang.
- Kebingungan lan kobongan—Karena bingung dan kebakaran.
- Wong bener saya thenger-thenger—Si benar makin tertegun.
- Wong salah saya bungah-bungah—Si salah makin sorak sorai.
- Akeh bandha musna ora karuan lungane—Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
- Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram—Banyak barang haram, banyak anak haram.
- Bejane sing lali, bejane sing eling—Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
- Nanging sauntung-untunge sing lali—Tapi betapapun beruntung si lupa.
- Isih untung sing waspada—Masih lebih beruntung si waspada.
- Angkara murka saya ndadi—Angkara murka semakin menjadi.
- Kana-kene saya bingung—Di sana-sini makin bingung.
- Pedagang akeh alangane—Pedagang banyak rintangan.
- Akeh buruh nantang juragan—Banyak buruh melawan majikan.
- Juragan dadi umpan—Majikan menjadi umpan.
- Sing suwarane seru oleh pengaruh—Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
- Wong pinter diingar-ingar—Si pandai direcoki.
- Wong ala diuja—Si jahat dimanjakan.
- Wong ngerti mangan ati—Orang yang mengerti makan hati.
- Bandha dadi memala—Hartabenda menjadi penyakit
- Pangkat dadi pemikat—Pangkat menjadi pemukau.
- Sing sawenang-wenang rumangsa menang — Yang sewenang-wenang merasa menang
- Sing ngalah rumangsa kabeh salah—Yang mengalah merasa serba salah.
- Ana Bupati saka wong sing asor imane—Ada raja berasal orang beriman rendah.
- Patihe kepala judhi—Maha menterinya benggol judi
- Wong sing atine suci dibenci—Yang berhati suci dibenci
- Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat—Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
- Pemerasan saya ndadra—Pemerasan merajalela.
- Maling lungguh wetenge mblenduk — Pencuri duduk berperut gendut.
- Pitik angrem saduwure pikulan—Ayam mengeram di atas pikulan.
- Maling wani nantang sing duwe omah—Pencuri menantang si empunya rumah.
- Begal pada ndhugal—Penyamun semakin kurang ajar.
- Rampok padha keplok-keplok—Perampok semua bersorak-sorai.
- Wong momong mitenah sing diemong—Si pengasuh memfitnah yang diasuh
- Wong jaga nyolong sing dijaga—Si penjaga mencuri yang dijaga.
- Wong njamin njaluk dijamin—Si penjamin minta dijamin.
- Akeh wong mendem donga—Banyak orang mabuk doa.
- Kana-kene rebutan unggul—Di mana-mana berebut menang.
- Angkara murka ngombro-ombro—Angkara murka menjadi-jadi.
- Agama ditantang—Agama ditantang.
- Akeh wong angkara murka—Banyak orang angkara murka.
- Nggedhekake duraka—Membesar-besarkan durhaka.
- Ukum agama dilanggar—Hukum agama dilanggar.
- Prikamanungsan di-iles-iles—Perikemanusiaan diinjak-injak.
- Kasusilan ditinggal—Tata susila diabaikan
- Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi—Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
- Wong cilik akeh sing kepencil—Rakyat kecil banyak tersingkir.
- Amarga dadi korbane si jahat sing jajil—Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
- Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit—Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
- Lan duwe prajurit—Dan punya prajurit.
- Negarane ambane saprawolon—Lebar negeri seperdelapan dunia.
- Tukang mangan suap saya ndadra—Pemakan suap semakin merajalela.
- Wong jahat ditampa—Orang jahat diterima.
- Wong suci dibenci—Orang suci dibenci.
- Timah dianggep perak—Timah dianggap perak.
- Emas diarani tembaga—Emas dibilang tembaga
- Dandang dikandakake kuntul—Gagak disebut bangau.
- Wong dosa sentosa—Orang berdosa sentosa.
- Wong cilik disalahake—Rakyat jelata dipersalahkan.
- Wong nganggur kesungkur—Si penganggur tersungkur.
- Wong sregep krungkep—Si tekun terjerembab.
- Wong nyengit kesengit—Orang busuk hati dibenci.
- Buruh mangluh—Buruh menangis.
- Wong sugih krasa wedi—Orang kaya ketakutan.
- Wong wedi dadi priyayi—Orang takut jadi priyayi.
- Senenge wong jahat—Berbahagialah si jahat.
- Susahe wong cilik—Bersusahlah rakyat kecil.
- Akeh wong dakwa dinakwa—Banyak orang saling tuduh.
- Tindake manungsa saya kuciwa—Ulah manusia semakin tercela.
- Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi—Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
- Wong Jawa kari separo—Orang Jawa tinggal separo.
- Landa-Cina kari sejodho — Belanda-Cina tinggal sepasang.
- Akeh wong ijir, akeh wong cethil—Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
- Sing eman ora keduman—Si hemat tidak mendapat bagian.
- Sing keduman ora eman—Yang mendapat bagian tidak berhemat.
- Akeh wong mbambung—Banyak orang berulah dungu.
- Akeh wong limbung—Banyak orang limbung.
- Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka—Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.
Al-Quran Berbicara Tentang UFO
Al-Quran Berbicara Tentang UFO
Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.
Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.
Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(Surat An-Nahl ayat 8 )
* Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.
Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.
Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?
Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.
Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(Surat Az-Zukhruf ayat 12 – 14)
Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.
Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.
Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.
Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.
Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.
Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.
Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?
Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.
Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.
Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.
A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.
B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.
C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.
Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.
Bagaimanapun nantinya wujud konstruksi pesawat itu, kita serahkan saja kepada para profesor dan kita yakin nantinya di masa depan akan terwujud sebagai pesawat kebal peluru dan tak memerlukan landasan tertentu karena dia dapat berdiri statis di angkasa dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa pesawat itu tentunya water-proof alias anti-air yang kalau pada saat diperlukan dia dapat langsung masuk ke dalam lautan dan keluar lagi sesuai kehendaknya.
Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.
Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.
Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu. Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.
Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun. Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83. Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Surat Al-Fushshilat ayat 53)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka akan kembali.
(Surat Al-Imran ayat 83)
Monumen Stonehenge
Monumen Stonehenge
Terdapat perdebatan mengenai
usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog
memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara
2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan
monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM. Walaupun seusia
dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menye rupai Stonehenge,
Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang
terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya
sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar
Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.
Di dalam 30 lingkaran batu
besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih
kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar
juga.Tapi pada saat ini keba nyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis
dan jatuh.
Prasejarah
Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950),
Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya
sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I,II,IIIa,IIIb, dan IIIc).
Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge,
menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama
dalam pengerjaannya, mulai dari peng angkutan batunya sendiri sampai
tahap pengukiran pada setiap batunya. Pene muan diketahui adanya ukiran
disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti
baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode
scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika
deng an mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan
ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa
memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa
lalu.
Kompleks Stonehenge dibangun
dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun
waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan
ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan
di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari
abad ke-7 M.
Stonehenge I
Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran
115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian
timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan
lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk
memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan
orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut. Dua puluh lima
dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad
setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam
parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge.
Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan
bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan
dikenal sebagai ‘Batu Tumit’ ( Heel Stone ) terletak di luar pintu
masuk.
Stonehenge II
Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa
lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa
bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal
milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati dile takkan pada
pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak
berdekatan.
Stonehenge IIIa
Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan
bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang
digali di tengah-teng ah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru
tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu
tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari
batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite,
tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.
Pintu masuk dilebarkan pada
masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan
musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut.
Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru
kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan
dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb. Monumen ini kelihatannya
melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini
dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan,
membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge
IIIa dikatakan diba ngun oleh orang Beaker
Stonehenge IIIb
Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM
mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di
lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk
dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan
tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu ( lintel ) di
atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan
tujuan membuat kagum.
Batu orthostat lebar sedikit di
bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke
atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran
bundar monumen lebih awal.
Di dalam bulatan ini terletak
lima trili thon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam.
Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat
masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit.
Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen. Dalam masa ini,
jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari
pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di
tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk
yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9
meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan
Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.
Stonehenge IIIc
Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan
semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk
ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya
satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun
kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan
kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang. Salah
satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai
Batu Penyembahan ( Altar Stone ). Dua bulatan lubang juga digali di
luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini
tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini
kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.
Stonehenge IV
Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu
sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam
kerja pembangunan tambahan ini.
Teori mengenai Stonehenge
Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley.
Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi
sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur
mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat
tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan
batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan
astronomi.
Gerald Hawkins, Seorang
Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi
sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium
Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari
ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu
pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan
tersebut.
Menurutnya, “Jika anda bisa
memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat
menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu”. Para Astronom
lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan
dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.
Pada setiap batu tegak,
merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat
akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat
orang-orang zaman itu.
Bagaimana batu biru diangkut
dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia
mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di
Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury ( Salisbury Plain ).
Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan
dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury
seperti Tembok Durrington.
Monumen ini diselaraskan timur
laut – barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik
balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi
musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit ( Heel stone ),
dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu
berbentuk ladam. Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari
timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan.
Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis
lintang Stonehenge pada 51° 11’. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi
reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. AlexanderThom berpendapat
bahawa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.
Maka sebagian pendapat bahwa
Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh
penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian
pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar
(Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan
makhluk asing.
Banyak perkiraan mengenai
pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan
bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya
oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk
memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu. Pada 2001, suatu
percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan
laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di
atas luncur ( sledge ) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke
replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam diSelat Bristol.
Ukiran senjata pada sarsen
adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British ( British Isles )
di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda
adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk
bundar. Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan
pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh continental influence.
Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen,
tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari
segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.
Perkiraan mengenai tenaga
manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge
meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia
bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam,
Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III
mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini
diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas
primitif yang terdapat pada masa itu.
Mitos dan legenda
Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s
Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari
abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.
Sebagian pendapat mendakwa
Tumit Friar ( “Friar’s Heel” ) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol”
atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan
Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.
Sebuah argumen yang mengejutkan
tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan
Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa
telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris. Dari
struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang
menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah
Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan
batu-batuan dari wilayah Afrika.
Stonehenge juga dikaitkan
dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang
sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di
mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa
batu-batu tersebut dari Afrika.
Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti
yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya
juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara
mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan
jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus
menyusun bebatuan tersebut.
Kanjeng Ratu Kidul
Kanjeng Ratu Kidul
Pertanyaan
ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus.
Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata.
Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua
cerita atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi
seperti berikut:
Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi
Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari,
dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit
Raja siluman di Sigaluh.
Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang.
Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa
dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak
bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa.
Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang
putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.
Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu
mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga sementara
orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai
Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul
sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang
menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata “Lara” berasal
dari “Rara”, yang berarti perawan (tidak kawin).
Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu
menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan
merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu
hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan
mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah
rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan,
dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.
Ceritaa lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang
menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah
dilakukan dapat disimpulakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidaklah hanya
menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk
daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan
Banyuwangi.
Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat
bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur
didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut
(sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban
kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.
Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad
van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di
Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu
pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai rara
kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di
dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara
Kidul.
Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep
menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih
terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah
ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.
Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tajun
1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke
tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur
Ngliyep.
Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana
mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang
guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat
diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang
lampunya bersinar-sinar terang sekali.
Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna
hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara
Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan
denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa
belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada
larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka
kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang
mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya
kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.
Artikel 2
Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena
kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari
yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun
sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih
karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun
kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari
perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun
berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang
menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari
istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan
membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja
Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan
berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun
demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.
Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus
pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk
Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan
kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan
suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun
menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah
dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia
menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang
cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.
Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan
mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau
sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah
mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit
ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu
akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara.
Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh
negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk
mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus
pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati
yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia
selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba
di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan
jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia
melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera
Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan
tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan,
dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia
memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi
seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera
Selatan yang hidup selamanya.
Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda
Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari
Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang
memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh
pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan
bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika
muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit.
Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual
di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi
penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan
menikahi seluruh penguasa secara bergantian.
Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram
Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh
energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan
utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji
untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari
rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah
airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta
Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan
keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya
di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan
Yogyakarta.
Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul,
atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil
dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat
dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda
jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang
paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi
tulisan selanjutnya.
Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi
Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan
berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman
atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita
ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap
menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah
fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi
dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul
dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi
(cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan
seperti apa yang terjalin di antara keduanya?
Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa
masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan
keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak
terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai
lingkungan alam sangat penting dilakukan.
Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan
yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih
menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan.
Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa
makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu,
Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang
oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut
mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan,
keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus
mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.
Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul
adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai
kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul
harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan
keselamatan dan ketenteraman.
Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik.
Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang
dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap
ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka
(tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan
masyarakat Yogyakarta.
Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari
Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk
menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan
didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah
Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang
dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan
sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.
Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini
dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada
umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya
kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang
tersebut hilang karena “diambil” oleh sang Ratu.
Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul
juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam
Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah
berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram,
untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan
masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan
Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti
halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai
bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya
adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang,
yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan
para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional
pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi
susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam
wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.
Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah
Jawa Barat. Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus
(nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang
disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan
sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang
perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar
ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden
Soekarno.
Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu
Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda
yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak
orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah
bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah
satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung
wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.
Langganan:
Postingan (Atom)